Kawanuainfo.com — Gubernur Yulius Selvanus memberi target tegas kepada jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2031 yang baru dilantik.
Beliau mematok agar kepengurusan baru ini mampu membawa Sulut meraih predikat terbaik atau peringkat pertama kerukunan umat beragama secara nasional pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Yulius saat memimpin upacara pelantikan dan pengukuhan pengurus FKUB Sulut periode 2026–2031 di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (21/9/2026) malam.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius mengapresiasi capaian indeks kerukunan dan moderasi beragama Sulawesi Utara yang terus menunjukkan tren positif. Setelah sempat berada di jajaran lima besar pada 2025, Sulawesi Utara berhasil menembus posisi tiga besar nasional pada tahun 2026.
“Kita sempat di lima besar pada tahun 2025, lalu masuk tahun 2026 ini Sulawesi Utara sudah tembus posisi tiga besar. Target kita tahun ini adalah meraih peringkat pertama kerukunan umat beragama di Indonesia,” ujar Gubernur.
Untuk merealisasikan target peringkat pertama tersebut, Gubernur Yulius meminta para pengurus FKUB yang baru dilantik untuk tidak sekadar menjalankan fungsi seremonial.
FKUB diharapkan memiliki kepekaan dan kecepatan respon dalam mengantisipasi potensi gesekan di tingkat akar rumput.
Gubernur menekankan pentingnya mekanisme penanganan dini agar perselisihan warga atau konflik sosial antarkampung tidak dengan mudah dibelokkan menjadi isu sensitif berlatar belakang agama.
“FKUB harus punya respon cepat di lapangan. Jika ada potensi gesekan antarwarga atau antarkampung, segera diredam dan ditangani dengan sistem ketok tular agar tidak ditarik-tarik ke ranah agama,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga mengingatkan posisi Sulawesi Utara sebagai laboratorium kerukunan. Dengan porsi masyarakat mayoritas beragama Kristen (Protestan) yang bersanding harmonis dengan umat Muslim dan pemeluk agama lainnya, pimpinan serta tokoh keagamaan diminta terus mengedepankan sikap pengayoman, perlindungan, dan persaudaraan.
Gubernur Yulius pun dalam arahannya mengajak seluruh pengurus FKUB, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat untuk menyampingkan ego sektoral demi menjaga kedamaian dan kemajuan daerah.
“Mari kita bergandengan tangan dan bersinergi demi mewujudkan Sulawesi Utara yang makin maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutupnya. (Vil)

Tinggalkan Balasan