Manado, Kawanuainfo.com – Di tengah keterbatasan lahan yang kerap merundung para petani budidaya ikan air tawar, secercah harapan hadir dari tangan mungil tiga mahasiswi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Mengusung inovasi teknologi ramah ruang dan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), mereka unjuk gigi dalam ajang KMPIN VIII 2026 yang dihelat di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Sulawesi Selatan.

Ketiga mahasiswi tersebut adalah Gracia Ester Tendean (NIM 24024146), Prayti Noviana Daleno (NIM 24024164), dan Chealsy Meisy Saraisang (NIM 24024171). Keikutsertaan mereka di tengah pendidikan vokasi nasional ini berada di bawah pendampingan langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Polimdo, Marson James Budiman, SST., MT.
Ide inovatif yang dibawa tim Polimdo ini tidak muncul begitu saja. Menurut Marson James Budiman, gagasan tersebut lahir dari realitas di lapangan yang sering dihadapi oleh para pembudidaya skala kecil. Saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
“Banyak petani budidaya ikan air tawar memiliki keterbatasan lahan untuk dijadikan kolam. Dengan kolam terpal, mereka bisa membudidayakan ikan air tawar walaupun dengan keterbatasan lahan,” ujar Marson.
Namun, tim Polimdo tidak berhenti pada pemanfaatan kolam terpal konvensional. Sebagai nilai tambah yang memikat perhatian, mereka memadukan sistem tersebut dengan teknologi sensor canggih dan Artificial Intelligence (AI).
Marson merinci, parameter dari peralatan sensor diposisikan sebagai input proses untuk menjawab berbagai persoalan pelik yang selama ini dikeluhkan petani. Mulai dari masalah pemberian pakan yang tidak teratur, kualitas air yang luput dari pantauan, keterlambatan deteksi penyakit ikan, hingga ketiadaan pencatatan proses bisnis yang berkelanjutan.
“AI akan memberikan rekomendasi yang kemudian diimplementasikan oleh petani, sehingga keberlanjutan budidaya ikan air tawar dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.
Ajang KMPIN VIII 2026 tidak hanya menjadi wadah kompetisi akademik bagi Gracia, Prayti, dan Chealsy, tetapi juga momentum strategis untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan mahasiswa perguruan tinggi vokasi dari berbagai penjuru tanah air. Interaksi lintas daerah ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pengalaman sekaligus menempa kemampuan adaptasi serta komunikasi mahasiswa di luar ruang kelas.
Pihak Polimdo sendiri konsisten memberikan ruang luas bagi mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam berbagai ajang nasional. Sinergi yang kuat antara mahasiswa dan dosen pembimbing ini dinilai krusial dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing global, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja usai menuntaskan pendidikan.
Melalui pengalaman di PNUP ini, ketiganya diharapkan mampu membawa nama baik kampus sekaligus membuktikan bahwa inovasi anak negeri dari tanah Minahasa mampu memberi solusi nyata bagi sektor perikanan darat masa depan.
Penulis : Candle Heiner Rogaga.

Tinggalkan Balasan