Kawanuainfo.com — Dinamika pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 mulai menghangat. Sejumlah nama mencuat dalam bursa calon pemimpin universitas, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si.

Di tengah dorongan dari berbagai kalangan agar dirinya maju dalam kontestasi, Ferry memilih bersikap hati-hati. Ia menegaskan tidak pernah mendeklarasikan diri sebagai calon rektor maupun melakukan pendekatan untuk menggalang dukungan dari anggota senat pemilik suara.

“Terima kasih atas seluruh bentuk dukungan publik. Namun perlu saya tegaskan, selama ini saya tidak pernah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pencalonan,” ujar Ferry, Senin (26/10/2026).

“Saya juga tidak pernah menghubungi satu pun anggota senat pemilik suara untuk menggalang dukungan,” tegasnya.

Ferry menyatakan tidak ingin mendahului mekanisme kelembagaan yang berlaku. Ia bahkan menilai masih terdapat figur lain di lingkungan Unsrat yang memiliki kapasitas dan pengalaman lebih matang.

“Saya merasa belum memiliki kapasitas dan keunggulan jika dibandingkan dengan mereka,” ungkapnya.

Terlepas dari sikap tersebut, Ferry Liando memiliki rekam jejak panjang di Unsrat. Sebelum dilantik sebagai Dekan FISIP pada April 2024, ia pernah menjabat sebagai Ketua Prodi S1 Ilmu Pemerintahan, Ketua Prodi S2 PSP, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan, serta Sekretaris dan Ketua Senat Akademik FISIP Unsrat. Ia juga memprakarsai pendirian Program Magister Tata Kelola Pemilu bekerja sama dengan KPU RI dan merintis pengembangan bidang Ilmu Pemerintahan jenjang magister.

Selama dua tahun memimpin FISIP Unsrat, sejumlah pencapaian ditorehkan, di antaranya pembukaan dua prodi magister baru (MIP dan MAP) pada 2025, perolehan akreditasi unggul untuk tiga prodi pada 2026, serta pembangunan dua gedung baru untuk menunjang aktivitas akademik.

Suksesi kepemimpinan Unsrat 2026–2030 diharapkan tidak hanya menjadi perebutan jabatan, melainkan proses kelembagaan yang mengedepankan kapasitas, integritas, visi, serta kepatuhan pada mekanisme yang berlaku guna memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan daya saing lulusan.