Sitaro, Kawanuainfo.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, SE, secara resmi membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Bantuan Pangan Alokasi Bulan Juli hingga September Tahun 2026. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Sitaro, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan ini digelar guna memastikan seluruh rantai penyaluran bahan pangan di wilayah kepulauan berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.

Dalam arahannya, Heronimus menginstruksikan seluruh jajaran dinas teknis hingga pemangku kepentingan terkait untuk memperketat pengawasan sampai ke tingkat desa.

​“Pentingnya koordinasi dan pengawasan seluruh pihak terkait agar bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegas Heronimus.

Forum evaluasi tersebut membedah secara menyeluruh realisasi penyaluran alokasi kuartal ketiga tahun 2026 guna menutup celah potensi kendala di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sitaro berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas cadangan pangan sekaligus mendorong peningkatan taraf kesejahteraan warga.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, program bantuan pangan cadangan beras pemerintah dialokasikan secara menyeluruh untuk ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 15 kabupaten/kota. Penyaluran bantuan beras secara konsisten ini menjadi instrumen utama dalam menekan inflasi kelompok makanan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat provinsi.

Catatan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro memiliki karakteristik geografi berbasis kepulauan. Kondisi geografis yang dikelilingi perairan menuntut sistem distribusi logistik pangan yang tangguh agar pasokan beras pemerintah dapat tiba tepat waktu di Pulau Siau, Tagulandang, dan Biaro.

​Program bantuan pangan berkala dinilai memiliki peran vital dalam memperkuat daya beli masyarakat Sitaro, khususnya saat memasuki musim gelombang tinggi yang sering kali memengaruhi pasokan pangan lokal. Kehadiran bantuan beras ini dipastikan membantu menjaga ketahanan gizi keluarga penerima manfaat hingga ke pelosok pulau.

Penulis : Candle Heiner Rogaga.