Manado, Kawanuainfo.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro menegaskan komitmennya dalam memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kesiapan pemda menyambut kunjungan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dijadwalkan berlangsung di Ondong, Kamis (30/07/2026).
Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Kepulauan Sitaro, Jelin Langitan, SH, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum strategis tingkat tinggi (high-level meeting) antara jajaran pemkab yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, tim TPAKD, serta para pemangku kepentingan terkait.
“Momen ini adalah high-level meeting antara Pemkab Sitaro yang dipimpin pak Plt Bupati dan tim TPAKD bersama stakeholders. Ada banyak agenda krusial yang kami bahas di situ,” ujar Jelin kepada awak media, Rabu (29/07/2026).
Agenda penting ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Plt Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, SE, dalam Rapat Koordinasi Wilayah TPAKD di Hotel NDC Manado. Dalam forum tersebut, dibahas secara intensif penguatan Kebijakan Strategis Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) serta peluncuran Roadmap TPAKD Periode 2026–2030 sebagai instrumen utama mewujudkan ekonomi inklusif nasional.
Menyambut kehadiran TPAKD di Ondong, Jelin mengungkapkan bahwa pihak perbankan akan meninjau langsung kesiapan sektor dan subsektor potensial dalam mengelola produk pinjaman perbankan. Pemkab Sitaro lantas menangkap peluang emas ini untuk memperkuat permodalan para pelaku usaha dan petani pala, mengingat komoditas tersebut merupakan ikon andalan daerah.
“Pala kan komoditas andalan Sitaro dan kita akan dorong supaya pengusaha pala ataupun kelompok petani yang masih lemah dari sisi permodalan untuk bisa mendapatkan akses ke perbankan,” tegas Jelin.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa realisasi akses permodalan tersebut sangat bergantung pada penilaian prospek bisnis dari pihak bank. Oleh karena itu, para pengusaha skala kecil yang menjadi sasaran program diimbau untuk tertib menyiapkan dokumen keabsahan usaha masing-masing.
Sementara itu, Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas menggarisbawahi bahwa arah pengembangan perekonomian melalui TPAKD membutuhkan langkah tindak lanjut yang komprehensif, dengan pemerintah daerah bertindak sebagai motor penggerak utama.
Menurutnya, kesiapan masyarakat tidak hanya sebatas pada pemberian kucuran dana, melainkan juga pembekalan kapasitas agar produktivitas warga tetap terjaga secara berkelanjutan.
“Karena itu masyarakatnya harus kita bekali dengan peningkatan kapasitas supaya modalnya bisa digunakan secara kontinyu,” terang Heronimus.
Berdasarkan paparan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Manado, sektor jasa keuangan kini didorong untuk bertindak sebagai strategic enabler melalui pembentukan ekosistem pembiayaan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini selaras dengan Misi Asta Cita Pemerintah dan RPJPN 2025–2045 untuk mendorong swasembada pangan, hilirisasi, serta kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Sebagai produsen Pala Siau berkualitas tinggi yang diakui memiliki kandungan minyak atsiri terbaik, Kabupaten Kepulauan Sitaro dihadapkan pada tantangan struktural seperti keterbatasan pembiayaan formal, rantai distribusi yang panjang, hingga minimnya fasilitas pengolahan pascapanen. Melalui penerapan ekosistem PED dan skema finance-led growth, para petani pala dan nelayan lokal di Sitaro diharapkan dapat terhubung langsung dengan industri pengolahan skala besar demi memberikan nilai tambah ekonomi (value added) yang optimal.

Tinggalkan Balasan