Minahasa, Kawanuainfo.com – Empat orang warga dilaporkan terseret ombak besar saat sedang mandi dan bermain di kawasan Pantai Tuturuga Beach, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan, sementara tiga korban lainnya telah berhasil dievakuasi oleh warga setempat.

Insiden bermula ketika keempat korban sedang menikmati suasana pantai dengan mandi dan bermain air. Secara tiba-tiba, ombak besar menerjang kawasan tersebut dan menyeret para korban hingga kehilangan kendali.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung bergegas memberikan pertolongan. Tiga orang korban berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tondano untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Nahas, dari tiga korban yang dievakuasi, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya selamat dan masih menjalani perawatan. Sementara itu, satu korban tersisa atas nama Kenzie Lengkong hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian intensif.

Menerima laporan darurat dari BPBD Minahasa, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Manado langsung bergerak cepat. Pada pukul 19.05 WITA, satu Tim Rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk menggelar Operasi SAR awal serta berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR mengerahkan sarana utama berupa perahu karet, peralatan selam, perlengkapan water rescue, serta alat pendeteksi modern seperti Aqua Eye dan drone thermal untuk memaksimalkan penyisiran. Seluruh upaya ini turut didukung oleh unsur gabungan dari BPBD Minahasa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat nelayan setempat yang bahu-membahu di lokasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, musibah ini menimpa empat orang remaja. Korban atas nama Kenzie Lengkong, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun, saat ini masih dalam pencarian Tim SAR. Dua korban lainnya, yaitu Candra Pitoy (17) laki-laki dan Selli Kindangen (18) perempuan, dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, satu korban selamat atas nama Micky Somba (16) laki-laki saat ini masih berada dalam perawatan medis.

Menanggapi insiden tragis ini, Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang, S.IP., M.A.P., mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat luas.

Ia meminta warga, khususnya yang beraktivitas di kawasan pesisir pantai, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan ketinggian gelombang laut yang dapat berubah sewaktu-waktu demi mengutamakan keselamatan bersama.

Penulis : Candle Heiner Rogaga