Kawanuainfo.com – Suasana haru mewarnai acara penyerahan remisi dan pengurangan masa pidana bagi warga binaan yang berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Manado, Senin (17/8/2026).
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan langsung momen kebebasan sejumlah narapidana di Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Rasa haru Gubernur Yulius membuncah kala mendengarkan laporan jumlah penerima remisi yang mencapai 1.874 orang di seluruh UPT Pemasyarakatan Sulut, di mana 37 di antaranya, termasuk satu anak binaan, dapat langsung menghirup udara bebas.
Total penerima pemotongan masa tahanan tersebut terdiri dari 1.816 narapidana yang memperoleh Remisi Umum I (RU I) dan 36 narapidana yang mendapatkan Remisi Umum II (RU II) sehingga dapat langsung bebas. Sementara untuk anak binaan, sebanyak 21 orang menerima Reduksi Masa Pidana I (PMP I) dan 1 orang mendapatkan Reduksi Masa Pidana II (PMP II) yang membuatnya langsung menghirup udara bebas.
”Tentunya saya sebagai Gubernur sangat terharu. Tadi dilaporkan ada 1.874 yang mendapat remisi. Beberapa di antaranya bahkan langsung menerima surat untuk bebas, merdeka,” ungkap Yulius dengan nada suara bergetar saat memberikan sambutan.
Dalam pesan penuh empati tersebut, Gubernur Yulius mengajak para warga binaan untuk menyikapi remisi ini sebagai momentum melepaskan masa lalu dan membuka lembaran hidup yang baru.
”Tiada gading yang tak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Kalau hari ini kita punya niat baik untuk berubah menjadi lebih baik, saya yakin pasti akan berubah. Kalian merdeka dari masa lalumu yang buruk dan siap menyongsong kehidupan baru,” tuturnya.
Tak hanya kepada warga binaan, Gubernur Yulius juga memberikan imbauan menyentuh kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara agar tidak memberi stigma dan mau menerima kembali para mantan warga binaan dengan tangan terbuka.
”Kalian tidak sendiri, ada kami yang siap membimbing dan mengarahkan. Saya minta seluruh masyarakat Sulawesi Utara terima mereka dengan baik,” tegas Yulius.
Di akhir arahannya, Yulius mengapresiasi jajaran Pemasyarakatan yang telah membimbing warga binaan dengan kasih hingga mampu menampilkan karya seni seperti musik kolintang dan tarian daerah.

Tinggalkan Balasan