Kawanuainfo.com – Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI Pusat) resmi memberhentikan sementara seluruh kegiatan olahraga bermotor di wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhitung sejak Selasa (11/8/2026).

Keputusan tegas ini diambil sebagai buntut dari insiden drag race maut di Kotamobagu yang memakan korban jiwa dan luka-luka di Kota Kotamobagu.

​Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi IMI Pusat Nomor 499/IMI/A/VIII/2026 tertanggal 11 Agustus 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, dan ditujukan kepada Ketua IMI Sulut, Rio A. J. Dondokambey.

​Dalam surat keputusan tersebut, IMI Pusat menekankan bahwa langkah penghentian sementara ini diambil demi menjamin keselamatan, ketertiban, serta memastikan seluruh ajang olahraga otomotif memenuhi standar keselamatan dan ketentuan organisasi yang berlaku.

​Guna menangani dampak tragedi tersebut, IMI Pusat menginstruksikan Pengurus IMI Sulut untuk segera turun tangan memantau dan membantu penanganan para korban bersama panitia penyelenggara, Muda Charaka. IMI Pusat meminta agar seluruh korban dipastikan mendapatkan penanganan medis yang maksimal.

​Selain membekukan seluruh agenda ajang otomotif di Sulut hingga batas waktu yang belum ditentukan, IMI Pusat juga melarang IMI Sulut menerbitkan, memberikan persetujuan, maupun mencabut rekomendasi kegiatan olahraga bermotor yang telah dikeluarkan sebelumnya.

​IMI Pusat menuntut pertanggungjawaban dan laporan tertulis secara menyeluruh dari IMI Sulut terkait penyelenggaraan ajang “KOTAMOBAGU BERSAHABAT DRAG RACE – DRAG BIKE 2026” yang sebelumnya beroperasi di bawah Surat Rekomendasi IMI Sulawesi Utara Nomor 80/SR/IMI-SULUT/B/VII/2026.

​IMI Sulut diberikan tenggat waktu maksimal tujuh hari kalender sejak surat diterima untuk menyerahkan berkas laporan lengkap.

Dokumen wajib tersebut mencakup seluruh berkas penyelenggaraan, dasar dan kronologis penerbitan izin rekomendasi, kronologis detail insiden kecelakaan maut, hingga laporan kondisi pasca-kejadian.

​Moreno menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan hal yang tidak dapat ditawar dalam setiap penyelenggaraan kegiatan olahraga bermotor.

Pihaknya meminta seluruh jajaran IMI di tingkat daerah untuk bersikap terbuka, kooperatif, dan bertanggung jawab penuh dalam proses evaluasi serta investigasi tragedi ini.