Kawanuainfo.com – Pihak kepolisian Polresta Manado tengah gencar melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas sekelompok pelaku penganiayaan terhadap seorang pemuda di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW), Manado, Sulawesi Utara.
Hingga Kamis (2/7/2026), keberadaan komplotan misterius tersebut masih belum diketahui.
Peristiwa penganiayaan tersebut menimpa Eyvert Tumuahy (19), seorang warga Kelurahan Singkil Dua, Kecamatan Singkil, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.
Korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke SPKT Polresta Manado dengan nomor laporan LP/B/1362/VII/2026/SPKT/POLRESTA MANADO/POLDA SULAWESI UTARA.
Menurut keterangan korban, aksi kekerasan ini bermula saat ia dan seorang rekannya sedang berada di kawasan MBW untuk berfoto-foto. Tiba-tiba, sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor datang menghampiri dan langsung melontarkan pertanyaan bernada menantang.
”Salah satu dari mereka datang lagi dan bertanya ‘kiapa’ (kenapa). Awalnya sempat dilerai oleh temannya, tetapi tiba-tiba ada yang langsung memukul saya tanpa alasan yang jelas,” ujar Eyvert.
Akibat pemukulan tanpa motif yang jelas tersebut, korban mengalami luka pembengkakan pada mata bagian kiri. Selain menerima tindakan kekerasan fisik, korban juga menjadi korban penjarahan. Sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian, para pelaku menggasak sejumlah barang milik korban yang disimpan di saku sepeda motor, seperti topi, rokok, dan uang tunai sebesar Rp5.000.
Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Erwin Kristanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan dan pencurian di lokasi wisata tersebut. Ia menegaskan bahwa jajaran Reskrim saat ini sedang bergerak di lapangan untuk memburu para pelaku.
”Sementara dalam proses lidik (penyelidikan),” kata Kompol Erwin singkat.
(*/Vil)

Tinggalkan Balasan