Kawanuainfo.com – Sebuah unggahan video perundungan anak yang viral di media sosial Facebook baru-baru ini memicu keresahan dan protes keras dari warga Desa Malola, Kabupaten Minahasa Selatan.

Pasalnya, sebanyak tiga video yang diunggah akun facebook salah satu media online, menyertakan narasi teks keterangan tempat kejadian yang mengklaim peristiwa itu terjadi di Desa Malola.

​Dalam unggahan tersebut menuliskan kalimat: “Tkp Desa Malola Kab. Minahasa Selatan. Prov. Sulawesi Utara.” serta mencatut nama Kapolres Minsel AKBP David Chandra Babega yang meminta orang tua korban segera melapor.

​Menanggapi hal tersebut, Excel Pangkey, salah satu warga Desa Malola Satu, angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas bahwa narasi yang beredar sama sekali tidak benar alias disinformasi.

​Excel menegaskan bahwa insiden kekerasan atau perundungan tersebut sama sekali tidak terjadi di wilayah geografis Desa Malola. Mewakili keresahan warga setempat, ia mengecam keras tindakan pemilik akun yang menyebarkan informasi tanpa validasi data yang akurat.

​”Kejadian tersebut bukan terjadi di Malola. Ini harus diklarifikasi karena jelas merupakan disinformasi publik, kami warga Malola mengecam hal itu,” ujar Excel kepada kawanuainfo.com, Kamis (11/6/2026).

​Menurutnya, penyebaran video dengan narasi keliru ini telah beredar luas di media sosial dan memberikan dampak psikologis serta sosial yang buruk bagi citra desa mereka.

​Selain merusak reputasi desa secara umum, Excel mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap institusi pendidikan setempat. Dalam visual video yang beredar, tampak jelas bahwa latar belakang tempat kejadian perkara (TKP) berada di area sebuah sekolah.

​Jika narasi hoaks ini terus dibiarkan tanpa adanya pelurusan informasi, hal ini dikhawatirkan akan menyeret nama baik sekolah-sekolah yang berada di kawasan Malola.

​”Informasi tersebut sudah beredar luas di media sosial karena postingan akun Facebook tersebut, dan sangat merugikan nama desa kami. Di dalam video terlihat TKP di sekolah, nama sekolah di Malola pun nanti kena imbasnya,” tambah Excel.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak berwenang dapat segera meluruskan informasi tersebut dan mengungkap lokasi kejadian perundungan yang sebenarnya guna menjaga nama baik Desa Malola. (Vil)