Sulawesi, Kawanuainfo.com – Kepala Desa Kele’i, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Gunawan Ndai Ginting, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Pancasila Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Dukungan ini disampaikan dalam rangka pelaksanaan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) organisasi mahasiswa tersebut.
Sebagai mantan Ketua Komisariat Pancasila pada periode awal berdirinya GMNI Pancasila, Gunawan mengingatkan kembali peran penting pemuda dan mahasiswa dalam catatan sejarah bangsa. Menurutnya, sejarah selalu ditulis oleh mereka yang menolak diam di dalam zona nyaman. Jumat (29/5/2026).
“Sejarah kita lahir dari gagasan yang menyatukan untuk menggerakkan para pejuang agar berani melawan kolonialisme di zaman itu. GMNI adalah wadah bagi para mahasiswa di zaman sekarang untuk menumbuhkan keberanian melawan ketidakadilan,” ujar Gunawan
Gunawan menjelaskan bahwa dengan menjadikan pemikiran Bung Karno yang dikenal dengan istilah Marhaenisme sebagai dasar pergerakan, generasi muda akan didorong untuk berpikir kritis mengenai berbagai permasalahan sosial. Selain itu, organisasi ini juga dinilai efektif memupuk kepekaan mahasiswa terhadap ketidakadilan yang masih terjadi.
Melalui momentum PPAB ini, ia mengajak seluruh mahasiswa di Politeknik Negeri Manado untuk berani mengambil peran dan memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap ketimpangan yang ada di masyarakat.
“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki pondok sengsara, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali!” tutur Gunawan dengan pesan mendalam.
Di akhir penyampaiannya, Gunawan berpesan agar para mahasiswa yang mengemban status sebagai kaum terdidik tidak menjaga jarak dengan masyarakat bawah. Ia meminta agar ego sektoral dihilangkan demi perjuangan yang lebih besar.
“Hilangkan ego, satukan tekad, rapatkan barisan, mari berjuang untuk kaum Marhaen. GMNI Jaya! Marhaen Menang! Merdeka!” tegasnya menutup seruan dukungan tersebut.

Tinggalkan Balasan