Kawanuainfo.com — Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sulawesi Utara mampu menembus angka Rp8 triliun pada 2028, sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah hingga 8 persen.

Target optimistis tersebut disampaikan Gubernur saat melantik sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Senin (7/9/2026).

Para pejabat fungsional yang dilantik berjumlah 318 orang, berasal dari empat instansi strategis, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas).

Gubernur Yulius menegaskan bahwa potensi Sumber Daya Alam (SDA) Sulawesi Utara yang sangat berlimpah, mulai dari sektor kelautan, kehutanan, hingga pertambangan, menjadi modal utama untuk melepaskan ketergantungan anggaran dan melompati capaian ekonomi saat ini.

“Pemerintah Pusat telah mengeluarkan berbagai regulasi, seperti PP Nomor 38 dan Permentan/Permen ESDM Nomor 19 Tahun 2025, serta penetapan 63 wilayah WPR di Sulut. Jika potensi mineral dan sumber daya alam ini kita kelola, kita awasi, dan kita berdayakan secara maksimal, PAD kita dari sektor mineral saja bisa menyumbang sekitar Rp5 triliun,” tegas Gubernur.

Ia meyakini, dengan kombinasi PAD dari sektor lain, total PAD sebesar Rp8 triliun pada 2028 sangat realistis untuk dicapai. Hal tersebut diyakini akan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Sulut melampaui target nasional.

Saat ini, performa ekonomi Sulawesi Utara tercatat solid di angka 5,53 persen (quarter-to-quarter) dan 5,42 persen (month-to-month), yang ditopang oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,32, tingkat literasi pendidikan mencapai 99,9 persen, serta angka harapan hidup masyarakat setinggi 73,44 tahun.

Selain itu, Pemprov Sulut juga terus mengukir prestasi nasional, salah satunya dengan meraih peringkat pertama nasional dalam hal efisiensi dan transparansi pengadaan barang/jasa melalui E-Katalog.

Untuk mencapai target besar tersebut, Gubernur meminta para pejabat fungsional yang baru dilantik untuk menjadi motor penggerak birokrasi yang solid, berintegritas, dan inovatif.

“Kalian adalah pasukan inti di lapangan. Mari kita bersama-sama bekerja keras, menjaga kejujuran, dan mengoptimalkan seluruh potensi daerah demi kemakmuran masyarakat Sulawesi Utara,” pungkasnya.