Kawanuainfo.com — Ketua LSM Aliansi Rakyat Penambang Sulawesi Utara (Sulut), Ir. Julius Jems Tuuk, menegaskan dukungan penuh terhadap klarifikasi resmi yang disampaikan Humas Arsari Group, Recky Langie, terkait isu klaim Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut (HBL) tentang penunjukan Ketua Panitia Natal Nasional.
Langkah tersebut dinilai penting guna meluruskan kesalahpahaman publik atas klaim DPP Generasi Muda Pembaharu (GEMPAR) yang menyebut HBL, ditunjuk langsung oleh tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Panitia Natal Nasional.
“Pernyataan Pak Recky Langie sangat benar. Langkah beliau memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa Pak Hashim Djojohadikusumo tidak memiliki kewenangan struktural maupun legalitas untuk menyusun atau menunjuk panitia Natal Nasional,” ujar Jems Tuuk, Rabu (14/10/2026).
Jems menjelaskan, berdasarkan regulasi dan rekam jejak dalam sepuluh tahun terakhir, penetapan Panitia Natal Nasional merupakan kewenangan resmi pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI cq. Bimas Kristen. Tanpa adanya Surat Keputusan (SK) resmi dari Kemenag, klaim kepanitiaan tersebut dinyatakan tidak sah secara hukum.
Menurutnya, klaim sepihak tersebut kemungkinan berawal dari interaksi informal saat ormas GEMPAR menyampaikan rencana kegiatan keagamaan kepada Hashim Djojohadikusumo.
“Mungkin saja mereka pernah berdiskusi dengan Pak Hashim dan menyampaikan keinginan membuat kegiatan Natal. Sebagai tokoh nasional, Pak Hashim tentu merespons positif niat ibadah tersebut. Namun, respons itu bukan berarti sebuah penunjukan resmi,” ungkapnya.
Jems menyayangkan adanya upaya pembentukan opini publik yang terkesan manipulatif demi kepentingan politik elektoral jangka pendek. Ia mengingatkan agar agenda ibadah dan nama tokoh publik tidak dijadikan alat rekayasa politik atau sarana membangun narasi terzalimi.
“Jangan demi mengejar ‘orgasme’ politik jangka pendek, nama agama dan tokoh publik diseret-seret. Jangan sampai hal ini direkayasa seolah-olah ada figur yang dihambat untuk memengaruhi pikiran rakyat Sulut,” tegas Jems.
Bahkan, Jems menyatakan kesiapannya untuk membawa dugaan pencatutan nama tersebut ke jalur hukum jika diberikan kuasa resmi. “Jika saya diberikan kuasa resmi, saya siap pasang badan dan melaporkan tindakan pencatutan ini ke Polda Sulawesi Utara,” tambahnya.
Sebelumnya, Humas Arsari Group, Recky Langie, menegaskan secara terbuka bahwa Hashim Djojohadikusumo tidak pernah mengetahui maupun menyetujui penunjukan HBL sebagai Ketua Panitia Natal Nasional GEMPAR. Recky juga mengungkapkan bahwa nama Hashim dicantumkan dalam publikasi tanpa izin resmi, meski menegaskan kepedulian Hashim terhadap masyarakat Sulut tetap besar dan tulus.
Sementara itu, Hillary Brigitta Lasut (HBL) melalui akun media sosial pribadinya mengklaim telah memegang Surat Keputusan (SK) terkait kegiatan tersebut.
“SK sudah di tangan, masih ada yang bilang tidak ditunjuk. Kadang orang mau melayani Tuhan, manusia lain yang repot. Jaga hati saja, biar Tuhan yang bela,” tulis Hillary dalam unggahannya. (Karel)

Tinggalkan Balasan