KawanuaInfo.com — Rapat paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang diseruduk aksi protes dari sekelompok masyarakat dipelototi oleh Ketua aliansi masyarakat penambang Sulut Julius Jems Tuuk.
Jems menyayangkan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulut.
Menurutnya kelompok masyarakat yang menyampaikan protes itu tidak menghendaki terwujudnya kesejahteraan masyarakat Sulut.
“Mereka menyampaikan aspirasi, sah-sah saja tetapi dia lupa di dalam RTRW itu, Pemerintah menyusun penataan ruang dan pola ruang itu di mana, penambang rakyat itu diakomodir. Penolakan RTRW itu sama saja menolak pemerintah mengesahkan tambang rakyat,” ungkap Jems Selasa, (24/2/2026) usai rapat paripurna DPRD Sulut.
Atas dasar itu, lanjut Jems, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya masyarakat penambang yang selama 39 tahun kita mengadvokasi, meminta kepada negara terkait sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia itu baru bisa terwujud di masa kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus.
“Jadi saya sampaikan kepada seluruh penambang rakyat bahwa kita punya musuh bersama yakni orang-orang yang menolak RTRW, yang mengganggu kita menambang, mencari makan dan untuk membiayai anak-anak sekolah kita,” tegas Jems.
“Mulai sekarang, untuk seluruh penambang rakyat, saya sebagai ketua aliansi rakyat penambang meminta untuk rapatkan barisan, karena kita memiliki musuh yang sangat serius,” sambung Jems.
(Erga Dirangga)

Tinggalkan Balasan