Kawanuainfo.com — Kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E. kembali membuahkan hasil nyata yang membanggakan.

Sulawesi Utara sukses mengukuhkan posisinya sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di seluruh kawasan Pulau Sulawesi, sekaligus masuk dalam jajaran daerah dengan tingkat kemiskinan terendah secara nasional.

​Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Sulawesi Utara Nomor 52/08/71/Th. XX yang dirilis pada 5 Agustus 2026, persentase penduduk miskin Sulawesi Utara pada Maret 2026 berhasil ditekan hingga 6,32 persen. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 0,30 persen poin jika dibandingkan dengan periode September 2025 yang berada di angka 6,62 persen.

​Penurunan persentase tersebut berbanding lurus dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 7,35 ribu jiwa, yakni dari 172,13 ribu jiwa (September 2025) menjadi 164,78 ribu jiwa pada Maret 2026.

​Capaian ini menempatkan Sulawesi Utara di posisi puncak kawasan Pulau Sulawesi dengan tingkat kemiskinan terendah (6,32 persen), mengungguli Sulawesi Selatan (7,24 persen), Sulawesi Barat (10,00 persen), Sulawesi Tenggara (10,02 persen), Sulawesi Tengah (10,46 persen), dan Gorontalo (12,16 persen).

​Capaian impresif ini kian bernilai strategis mengingat Garis Kemiskinan (GK) Sulawesi Utara pada Maret 2026 sebenarnya naik menjadi Rp578.499 per kapita per bulan (dibandingkan September 2025 sebesar Rp557.499). Keberhasilan menekan angka kemiskinan di tengah naiknya standar garis kemiskinan membuktikan bahwa daya beli dan daya tahan ekonomi masyarakat Sulut mengalami peningkatan yang solid.

​Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang kuat di seluruh bumi Nyiur Melambai.

“Penurunan angka kemiskinan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih keras. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperluas akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” tegas Gubernur Yulius Selvanus.

​Langkah strategis Pemprov Sulut ke depan fokus pada penguatan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui sektor pertanian, perikanan, UMKM, investasi, pariwisata, hingga percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan. (*/Red)