Kawanuainfo.com – Universitas Negeri Manado (UNIMA) kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pengembangan intelektual dengan menggelar Kuliah Tamu berskala nasional.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka refleksi Hari Pendidikan Nasional ini menghadirkan tokoh penting dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Dr. Herwyn J. H. Malonda, M.Pd., M.H., sebagai narasumber utama.

​Hadirnya pimpinan lembaga negara tingkat nasional ini menegaskan komitmen UNIMA dalam menyajikan literasi politik yang kredibel dan berkualitas bagi civitas akademika.

Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan FIPP UNIMA, Dr. Aldjon Nixon Dapa, M.Pd., beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan ratusan mahasiswa yang antusias menyimak materi bertajuk ‘Peran Bawaslu Dalam Meningkatkan Literasi Demokrasi Dan Partisipasi Politik Mahasiswa’.

​Dalam diskusinya, ditekankan bahwa sinergi antara akademisi dan pengawas pemilu adalah kunci dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga agen pengawas yang kritis dan berintegritas.

​Ketua Panitia kegiatan Edu Fair sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIPP UNIMA, Dr. Richard Pangkey, M.Pd., menyatakan bahwa kehadiran narasumber dari Bawaslu RI memberikan dimensi pembelajaran yang luar biasa bagi mahasiswa.

​”Sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog, refleksi, dan pembelajaran bersama agar mahasiswa semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat,” terang Pangkey.

​Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa harus dilandasi oleh kedalaman berpikir dan etika.

“Partisipasi politik tidak harus selalu dimaknai secara praktis, tetapi juga melalui sikap kritis, pengawasan publik, penyampaian gagasan, serta keterlibatan dalam pendidikan politik yang beretika,” tegasnya.

​Kegiatan yang digelar di Aula Pedagogik FIPP UNIMA, Kamis (07/05/2026) ini, menjadi bukti nyata kesuksesan UNIMA dalam memfasilitasi pertemuan pemikiran antara pembuat kebijakan tingkat nasional dengan dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Utara. (Vil)