Sitaro, Kawanuainfo.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kabupaten Kepulauan Sitaro menjadi momentum krusial untuk memperkuat komitmen perlindungan anak dari ancaman kekerasan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sitaro menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak di wilayah kepulauan tersebut.

Hal itu ditegaskan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Sitaro, Novia Tamaka, saat memimpin apel peringatan HAN ke-42 mewakili Plt Bupati Kepulauan Sitaro di Halaman Kantor Bupati, Senin (10/8/2026).

Diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sitaro, selebrasi tahun ini mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempertebal komitmen kolektif dalam memenuhi hak-hak dasar anak.

Dalam arahannya, Novia Tamaka menegaskan esensi peringatan ini sebagai alarm kesadaran bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh pendidikan yang layak, serta berada dalam lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak,” tegas Novia.

Lebih jauh, Pemkab Kepulauan Sitaro memanfaatkan momentum ini untuk merangkul secara aktif setiap elemen masyarakat. Kolaborasi erat antara orang tua, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai sebagai fondasi utama dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta perlindungan terbaik bagi anak dari berbagai ancaman.

“Mari bersama wujudkan Sitaro yang ramah anak, demi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Novia.

Komitmen Pemkab Sitaro dalam menjaga ekosistem perlindungan anak sejatinya telah dibuktikan lewat rekam jejak capaian daerah. Keseriusan tersebut membuahkan hasil saat Kepulauan Sitaro sukses meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) pada tahun 2023 lalu.

Namun demikian, upaya mewujudkan daerah ramah anak masih dihadapkan pada tantangan nyata. Catatan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan sedikitnya 92 anak di wilayah Sitaro pernah menjadi korban kekerasan. Angka ini menjadi isu krusial yang harus segera dituntaskan secara bersama-sama.

Guna membendung kasus serupa sekaligus memberikan jaring pengaman, pemerintah daerah sebelumnya telah meluncurkan program inovasi Gercep Tada (Gerakan Cepat Tanggapi dan Dampingi). Program ini dirancang untuk merespons pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak secara komprehensif.

Oleh karena itu, peringatan HAN ke-42 yang digelar Dinas Pendidikan Sitaro kali ini bertransformasi menjadi wadah konsolidasi nyata. Kegiatan ini menyinergikan program perlindungan terpadu dari pemerintah dengan kepedulian di tingkat akar rumput.

Melalui perlindungan yang solid, kepedulian nyata, dan pemenuhan hak anak tanpa diskriminasi, Kepulauan Sitaro optimistis mampu menjadi ruang tumbuh yang aman bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Penulis : Candle Heiner Rogaga