Kawanuainfo.com – Museum Negeri Sulawesi Utara (Sulut) berpeluang besar mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari pemerintah pusat.
Anggaran stimulus ini disiapkan guna menghidupkan berbagai agenda kebudayaan dan mengoptimalan fungsi museum sebagai pusat edukasi publik.
Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, usai meninjau langsung kesiapan dan fasilitas Museum Negeri Sulut di Kota Manado, Jumat (22/5/2026).
Fadli Zon mengungkapkan, sebelumnya anggaran ini sempat mandek karena minimnya aktivitas museum. Namun, melihat komitmen Pemprov Sulut saat ini, Kementerian Kebudayaan siap mengusulkan kembali alokasi dana tersebut.
“Waktu itu kan tidak aktif, jadi tidak ada. Tapi sekarang saya kira akan kita ajukan untuk mendapatkan dana alokasi khusus kegiatan di museum ini, yang non-fisik,” ujar Fadli Zon di hadapan awak media.
Menbud pun memaparkan bahwa anggaran yang akan dikucurkan berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per tahun.
Ia menekankan bahwa dana ini tidak difokuskan untuk infrastruktur museum, melainkan wajib dialokasikan untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Agar dana stimulus ini berjalan efektif, Fadli menyebut Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Museum dan Cagar Budaya akan melakukan pendampingan program secara berkala bagi pengelola Museum Sulut.
Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak indeks kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara, sekaligus menjadikan museum ini sebagai barometer pelestarian peradaban di Sulawesi Utara.
”Kita ingin membangkitkan museum-museum daerah ini sebagai pusat untuk ekonomi budaya setempat,” pungkasnya. (Vil)

Tinggalkan Balasan