Kawanuainfo.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara peresmian Museum Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (22/5/2026) malam.

Acara ini turut dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius membagikan cerita menarik sekaligus memprihatinkan mengenai kondisi museum sebelum ia resmi menjabat sebagai gubernur.

Ia mengaku sempat mendengar kabar bahwa museum kebanggaan warga Sulut tersebut akan dijual.

​”Belum jadi gubernur, saya bilang ‘Pak Menteri, besok baru saya dilantik. Hari ini biarkan saya konsentrasi dulu. Nanti saya terima laporannya setelah sampai di Sulawesi Utara,” kelakar Yulius di hadapan Menteri Kebudayaan dan para tamu undangan, mengenang obrolan awalnya terkait kondisi museum.

​Gubernur menyebut, usai dilantik dirinya langsung bergerak cepat dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi museum pada diitemani istri dan anak-anaknya. Namun, ia mengaku terkejut melihat kondisi aset budaya tersebut yang telantar.

​”Rumputnya di sini tinggi-tinggi, sudah kayak rumah hantu. Betul kalau ini mau dijual kelihatannya, karena sudah enggak ada penghuninya, lampunya enggak ada. Mau kencing, toiletnya enggak ada Pak Menteri, ngeri sekali,” ungkap Yulius.

​Disisi lain, Gubernur pun menyayangkan sistem tata kelola museum yang belum menyentuh digitalisasi.

Saat sidak, ia mendapati bahwa museum tersebut bahkan tidak memiliki perangkat komputer untuk mendata ribuan koleksi sejarah yang tersimpan di dalamnya.

​”Nampaknya museum ini bapak Menteri, enggak punya komputer. Bagaimana dia mau menyimpan data-data tentang sejarah dan benda-benda yang ada di dalamnya, kurang lebih 2.800 yang tersimpan,” terangnya.

Selain masalah fasilitas, Yulius juga menyoroti adanya kendala administrasi terkait pertanggungjawaban dana transfer dari Kementerian Kebudayaan yang belum terselesaikan hingga saat ini.

​Kendati dihadapkan pada berbagai pekerjaan rumah (PR) yang menumpuk, Yulius menegaskan tekadnya untuk melakukan perbaikan total.

Melalui koordinasi dengan para kepala dinas, pemerintah provinsi telah merancang anggaran perubahan demi merenovasi museum tersebut.

​Sebagai penutup, Yulius menyampaikan rasa optimisnya untuk membawa Museum Provinsi Sulawesi Utara ke arah yang jauh lebih baik.

​”Dari sana, saya sebagai gubernur terpukul. Saya ingin museum ini akan saya buat menjadi museum yang terbaik di Indonesia,” tegas Yulius disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin. (Vil)