Kawanuainfo.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembibitan pertanian di Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (1/5/2026) pagi.
Dalam kunjungannya, Menteri Andi Amran didampingi langsung Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Mentan mengapresiasi koordinasi yang baik antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah pimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta jajaran TNI-Polri (Forkopimda).
Ia menyebut, dengan kolaborasi yang kuat, target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden bisa tercapai lebih cepat.
“Swasembada itu hasil kerja kolaborasi semua pihak, bukan saya sendiri. Kita bekerja untuk Merah Putih. Saya minta seluruh mitra bekerja profesional, jangan main-main dengan program untuk rakyat,” jelasnya.
Mentan pun memberikan apresiasi tinggi terhadap pola kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay atas sinergi dan etos kerja yang dinilai menjadi alasan utama pemerintah pusat memberikan dukungan penuh bagi sektor pertanian di Bumi Nyiur Melambai.
“Ini karena Pak Gubernurnya rajin, Pak Wakil Gubernurnya rajin. Gaya pemerintahannya bagus melalui pola komunikasi yang intensif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu juga, Mentan menyetujui permintaan tambahan bantuan bibit jagung untuk Sulut seluas 15.000 hektare, sebagai bentuk apresiasi konkret atas tata kelola pemerintahan yang dinilai efektif.
Tak sampai disitu, Mentan juga memberikan peluang bagi pemerintah daerah dalam hal ini Pemprov Sulut, untuk mengajukan kebutuhan tambahan.
“Silakan minta lagi. Tadi minta jagung 15.000 hektare, langsung aku kasih karena pemerintahannya bagus,” sambungnya.
Di sisi lain, Menteri Andi pun mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajaran internal Kementerian Pertanian maupun pihak swasta yang menjadi mitra, guna menjaga kinerja positif Pemprov Sulut dibawah komando Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi, termasuk pungutan liar atau fee proyek.
“Kalau ada yang menyimpang, bawa ke saya, saya pecat! Bukan mutasi atau peringatan, tapi saya pecat dari pegawai. Untuk pengusaha, kalau ada setor-setor fee, Anda saya blacklist dan saya pidanakan,” tuturnya.
(*/Red)

Tinggalkan Balasan