Kawanuainfo.com — Gelaran World Coconut Day (WCD) 2026 di Sulawesi Utara resmi menjadi panggung internasional bagi pengembangan industri perkelapaan daerah.

Ketua Panitia WCD 2026 yang juga Asisten II Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa perhelatan yang melibatkan 21 negara anggota International Coconut Community (ICC) ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat sektor kelapa di Sulawesi Utara.

Agenda internasional ini dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari yakni 7 hingga 10 Oktober.

Ringkuangan mengungkapkan, penetapan Sulut sebagai tuan rumah merupakan keputusan Kongres ICC tahun lalu.

“Hasil dari Kongres ICC tahun yang lalu menetapkan bahwa Sulawesi Utara sebagai tuan dan nyonya rumah penyelenggaraan event International Coconut Day yang meliputi 21 negara anggota ICC,” ujar Jemmy.

Melalui agenda ini, Pemprov Sulut mendorong terciptanya kolaborasi global antara peneliti, praktisi, dan pelaku usaha untuk memajukan industri perkebunan kelapa.

“Kita berharap seluruh pakar dari seluruh dunia, seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa, dan seluruh peneliti akan hadir membicarakan hal-hal teknis terkait dengan pengembangan kelapa, termasuk kultur jaringan,” terangnya.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah inovasi teknologi untuk mengatasi kendala fisik pohon kelapa yang sudah tua dan terlalu tinggi. Kondisi tersebut selama ini menyulitkan para petani saat proses pemanenan.

“Usia kelapa yang sangat dominan yang sangat lama itu membuat pohon kelapa tumbuh menjulang tinggi. Permasalahannya, tukang panjat kita kesulitan. Nah, kita sedang berinovasi mencari rekayasa genetik agar pohon itu kualitasnya bagus, buahnya bagus, tapi pendek, sehingga memudahkan petani untuk memanen,” ungkap Jemmy kepada media kawanuainfo.com, Kamis (8/10/2026).

Selain inovasi budidaya, forum ini juga menegaskan keunggulan komoditas lokal Sulut di pasar global. Sulawesi Utara tercatat sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia setelah Kepulauan Riau.

“Kelapa Sulawesi Utara menjadi potensi yang sangat digemari karena kualitas Kelapa Dalam Mapanget Sulawesi Utara itu begitu diminati oleh pangsa-pangsa ekspor,” pungkasnya.

Ajang World Coconut Day 2026 diharapkan dapat mempercepat langkah hilirisasi produk kelapa lokal sekaligus memberikan solusi teknis yang berdampak langsung pada kesejahteraan para petani di Sulawesi Utara.