Kawanuainfo.com — Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, secara resmi membuka ajang Choir Competition yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Coconut Day 2026 di Courtyard Hotel, Manado, Rabu (7/10/2026).
Dalam sambutannya, Ny. Anik Yulius menegaskan bahwa World Coconut Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi kelapa sebagai komoditas yang syarat akan nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
“Kelapa bagi Sulawesi Utara bukan sekadar komoditas pertanian biasa, melainkan bagian dari urat nadi kehidupan masyarakat dan potensi ekonomi yang harus terus dikembangkan agar semakin dikenal di kancah internasional,” ujar istri Gubernur Sulut itu.
Mengenai gelaran Choir Competition, beliau mengapresiasi kompetisi paduan suara tersebut karena dinilai mengandung nilai-nilai luhur yang sejalan dengan semangat pembangunan daerah.
Menurutnya, paduan suara mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, serta kemampuan saling mendengar untuk menghasilkan harmoni yang indah dari perbedaan suara.
Selain kompetisi paduan suara, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pameran olah kelapa.
Selaku Ketua Dekranasda Sulut, Ny. Anik memberikan apresiasi kepada para pengrajin, pelaku UMKM, koperasi, hingga pelaku ekonomi kreatif yang terlibat. Beliau menekankan pentingnya komitmen hilirisasi dari hulu ke hilir agar kelapa Sulawesi Utara dapat “naik kelas”.
“Kita tidak boleh lagi hanya menjual buah kelapa mentah atau kopra. Melalui hilirisasi, kita menampilkan inovasi produk bernilai tinggi seperti Virgin Coconut Oil (VCO), santan, gula kelapa, aneka cemilan, kosmetik, hingga kerajinan dari sabut dan tempurung kelapa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Dekranasda siap mendukung peningkatan kualitas produk, perbaikan desain kemasan, serta perluasan akses pasar global.
Diharapkan dari momentum ini dapat tercipta business matching, kerja sama perdagangan, investasi baru, serta jejaring usaha yang kuat.
Mengakhiri sambutannya, Ny. Anik mengajak generasi muda untuk melihat kelapa dengan cara pandang baru.
“Saya berharap kegiatan ini meninggalkan legacy atau warisan nyata bagi kesejahteraan petani dan masyarakat. Kepada generasi muda, jadikan kelapa sebagai sumber inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan masa depan dengan memanfaatkan digital pemasaran, desain produk, dan teknologi pengolahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan