Kawanuainfo.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) resmi meluncurkan ekosistem integrasi data kelautan dan perikanan berbasis digital bertajuk SULUT BLUE DATA.
Peluncuran ini dilakukan dalam acara Talk Show ‘Membangun Kolaborasi dan Integrasi Data Kelautan dan Perikanan Berbasis Digital guna Mendukung Pembangunan Ekonomi Biru di Sulawesi Utara’ yang digelar di Hotel The Sentra Manado, Senin (2/11/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., mewakili Gubernur Sulut meresmikan langsung platform tersebut.
Dalam sambutannya, Sekdaprov menyampaikan bahwa keberadaan SULUT BLUE DATA menjadi langkah transformatif untuk menghentikan fragmentasi data kelautan yang selama ini tersebar di berbagai instansi, lembaga penelitian, maupun mitra pembangunan.
“SULUT BLUE DATA bukan sekadar platform aplikasi atau perangkat IT semata, melainkan sebuah ekosistem kolaborasi yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga pelaku usaha. Kita menjembatani science, data, and policy agar keputusan pemerintah ke depan berbasis bukti riil, bukan asumsi,” ujar Tahlis.
Tahlis mengungkapkan, potensi kelautan dan perikanan di Sulawesi Utara sangat melimpah. Hal ini dibuktikan dengan produksi perikanan tangkap yang terus meningkat hingga menembus angka lebih dari 370 ribu ton pada tahun 2025, ditopang komoditas utama seperti tuna, cakalang, tongkol, dan malalugis.
Selain itu, potensi lahan budidaya di Sulut tercatat mencapai lebih dari 171 ribu hektare yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Kendati demikian, besarnya potensi tersebut dinilai membutuhkan tata kelola berbasis data terintegrasi yang presisi, akurat, dan terstandar agar tetap menjaga kelestarian ekosistem bahari sekaligus menyejahterakan nelayan.
Pelaksanaan integrasi data ini juga dipastikan tetap mengacu pada kerangka data sharing sesuai aturan perundang-undangan dan semangat Satu Data Indonesia.
Untuk menjamin keberlanjutan sistem ini, Pemprov Sulut menginstruksikan seluruh Kepala Perangkat Daerah terkait serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten/Kota se-Sulut untuk menyiapkan operator data, mekanisme kerja yang terstruktur, serta dukungan anggaran yang memadai.
Acara peluncuran dan talk show ini diprakarsai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulut di bawah pimpinan Bapak Salman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si., serta didukung oleh sejumlah lembaga mitra pembangunan seperti WCS Indonesia, RARE Indonesia, dan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut, jajaran Forkopimda/Pimpinan Tinggi Pratama, akademisi, dan insan pers.

Tinggalkan Balasan