Kawanuainfo.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengeluarkan imbauan resmi menyusul memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah, khususnya Kota Manado.

Kondisi polusi udara ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Lidya Tulus, mengatakan bahwa pihaknya menindaklanjuti instruksi langsung dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay untuk mengambil langkah antisipasi.

“Kami menghimbau masyarakat Sulawesi Utara untuk menjaga kesehatan, terutama ketika beraktivitas di luar rumah agar mengusahakan menggunakan masker guna melindungi diri dari bahaya polusi udara, asap, dan debu,” ujar Lidya Tulus.

Selain penggunaan masker, Dinkes Sulut juga meminta masyarakat menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak perlu dan memperbanyak kegiatan di dalam ruangan.

Sebagai langkah penanganan konkret, Dinas Kesehatan saat ini tengah mematangkan edaran resmi serta menyiapkan logistik pembagian masker gratis bagi masyarakat di wilayah terdampak, seperti Kota Manado dan sekitarnya.

Dinkes Sulut juga menggelar rapat koordinasi bersama kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memperkuat mitigasi dampak karhutla dan fenomena iklim.

Lidya menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit di wilayah kabupaten/kota, telah disiagakan untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan secara gratis.

“Semua penanganan atas masyarakat yang mengalami dampak ini gratis, tidak berbayar. Sesuai instruksi gubernur, seluruh faskes pemerintah, swasta, hingga TNI-Polri mengedepankan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan kesehatan, serta tetap menjaga asupan gizi, istirahat cukup, dan kebersihan lingkungan.