Kawanuainfo.com – Direktur Utama PD Pasar Manado, Lucky Senduk, mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten hoaks di media sosial yang mencatut namanya. Ia memastikan telah menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan akun maupun pihak yang mengunggah konten tersebut ke kepolisian demi meredam kesalahpahaman di tengah masyarakat.

​Langkah hukum ini dipicu oleh beredarnya gambar manipulasi yang menyerupai sosok Lucky Senduk sedang menunjuk ke arah figur mirip Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang membawa koper dalam posisi tertunduk. Unggahan tersebut kian provokatif karena dibubuhi narasi bertuliskan, “Komitmen PDIP 2029 membawa pulang YE ES KA.”

​Menanggapi hal itu, Lucky Senduk dengan tegas membantah seluruh isi maupun narasi yang beredar dan mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam karena pencatutan nama tanpa izin ini menggambarkan seolah-olah dirinya memiliki sikap yang bertentangan dengan sang gubernur.

​”Saya akan laporkan di kepolisian. Pak Gubernur Sulut itu adalah orang tua dan pemimpin kami yang kami hormati,” tegas Lucky Senduk, Senin (1/6/2026).

​Lucky berharap aparat kepolisian dapat segera menelusuri dan mengungkap dalang di balik penyebaran konten tersebut. Ia meminta proses hukum dilakukan secara cepat agar pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memberikan efek jera.

​”Saya berharap polisi bergerak cepat supaya pelaku pemposting itu bisa segera ditangkap,” ujarnya.

​Di akhir pernyataannya, Lucky kembali menekankan bahwa hubungannya dengan orang nomor satu di Sulawesi Utara tersebut sangat harmonis. Ia menghormati kepemimpinan Gubernur YSK dan menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan saat ini telah memberikan dampak yang sangat positif bagi daerah.

​”Bagi saya, Pak Gubernur YSK telah bekerja luar biasa untuk membangun Sulawesi Utara saat ini,” pungkas Lucky.

Langkah hukum ini diambil guna meredam kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menjaga stabilitas politik dan iklim sosial di Sulawesi Utara agar tetap kondusif. (*/Red)