Kawanuainfo.com – Aura dialektika dan apresiasi mendalam mewarnai Pelantikan Pengurus DPD Partai Hanura Sulawesi Utara yang berlangsung di M-Icon Convention Hall, Manado, Kamis (18/6/2026).

Dalam forum khidmat tersebut, Wakil Gubernur Sulut, Victor Mailangkay, memberikan testimoni bernada tinggi terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani.

​Bagi Victor, kehadiran Benny di bumi Nyiur Melambai bukan sekadar kunjungan fungsional seorang elite Jakarta, melainkan sebuah ritus “pulang kampung” dari seorang putra daerah yang telah matang di panggung geopolitik nasional.

“Pak Sekjen Hanura Benny Ramdhani adalah sahabat saya. Kami pernah bersama-sama di DPRD Sulut beberapa periode. Kemudian beliau naik ke DPD RI dan pernah menduduki jabatan setara menteri. Jadi, kalau dikatakan beliau datang ke Sulut, sebenarnya beliau pulang kampung,” tutur Victor.

Lebih dari sekadar romantisme masa lalu, Victor menggarisbawahi bahwa kepemimpinan Benny di level makro merupakan buah dari kapasitas personal yang solid.

Mantan Kepala BP2MI tersebut dinilai memiliki magnitudo politik yang kuat untuk tetap eksis di episentrum kekuasaan nasional.

​”Beliau telah berkiprah di tingkatan nasional. Saya yakin dan percaya beliau akan mendapat tempat di nasional karena kapasitasnya,” ujar Victor optimis.

Menariknya, Victor yang juga berlatar belakang sebagai seorang akademisi (dosen), mengajak audiens untuk mendekonstruksi cara pandang masyarakat yang kerap terjebak pada formalitas gelar akademik.

Ia memuji Benny sebagai representasi dari intelektual otodidak yang mengasah ketajaman berpikir lewat literasi yang kuat.

​”Kita jangan melihat seseorang dari gelarnya. Meski tidak bergelar, Pak Sekjen Benny Ramdhani adalah orang yang sangat gemar membaca buku. Saya yang berprofesi sebagai dosen seharusnya memberikan buku, tetapi justru sering menerima buku dari beliau. Bahkan bacaan-bacaan yang beliau pilih sangat bagus,” ungkapnya.

​Sebagai penutup, legislator senior ini mengonstruksikan sebuah metafora filosofis untuk menggambarkan integritas dan kompetensi sang kolega.

Di mata Victor, Benny Ramdhani adalah anomali yang akan selalu membawa nilai pembeda di mana pun ia ditempatkan.

​”Yang namanya mutiara, meski berada di mana saja tetaplah mutiara. Ia akan tetap bersinar,” pungkas Victor. (Vil)