Kawanuainfo.com – Sebuah video pernyataan dari mantan Wakil Bupati Kepulauan Sitaro, Piet Hein Kuera, mendadak viral di media sosial Facebook.

Dalam video yang diunggah akun facebook Jufri Kasumbala, Jumat (8/5/2026), tokoh senior Sitaro ini memberikan tanggapan mendalam terkait dinamika hukum yang tengah menjerat jajaran pimpinan daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) baru-baru ini.

​Menanggapi penahanan Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit (CIK) oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara atas dugaan korupsi dana bantuan bencana pasca-erupsi Gunung Ruang, Piet Hein menyampaikan rasa prihatin yang mendalam.

​​Ia menyatakan bahwa masyarakat sebenarnya sangat menikmati kepemimpinan sosok muda tersebut, namun ia menyadari bahwa setiap proses hidup dan hukum adalah kehendak Tuhan.

Piet bahkan tidak ragu memberikan apresiasi terhadap etos kerja Bupati Chyntia Kalangit selama menjabat.

Menurutnya, Bupati CIK adalah sosok pemimpin muda yang tulus, rajin turun langsung ke lapangan, serta aktif mengunjungi gereja-gereja dan jemaat di pelosok desa.

​”Kita menikmati pemimpin yang baru, yang muda, tulus, rajin turun ke masyarakat, ke gereja-gereja, masjid-masjid, dan jemaat-jemaat di pelosok desa. Namun, Tuhan berkehendak lain,” ujar Piet Hein.

Meskipun menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memberantas korupsi, Piet Hein menekankan pentingnya menjaga asas praduga tak bersalah. Ia berharap agar proses hukum berjalan dengan jujur dan kebenaran ditegakkan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Piet pun menyebut rangkaian peristiwa ini sebagai kejadian yang luar biasa daerah Sitaro, mengingat sebelumnya beberapa pejabat lainnya juga ikut terseret.

​”Ini peristiwa yang luar biasa di Sitaro. Mulai dari penahanan Sekretaris Daerah, mantan Penjabat (Pj) Bupati, hingga Kepala Badan Bencana, dan kini pemimpin kita yang baru,” ungkap Piet Hein dalam video tersebut.

Menutup pernyataannya, Piet Hein menyampaikan pesan religius kepada seluruh lapisan masyarakat Sitaro untuk tetap tenang dan berserah diri. Ia mengajak warga, baik kaum muda maupun orang tua, untuk berlutut dan berdoa selama beberapa minggu ke depan agar para pemimpin yang sedang menghadapi masalah hukum diberikan jalan keluar terbaik.

​”Saya tidak bicara soal politik, tetapi hakim yang tertinggi adalah Tuhan. Kepada Presiden, saya harus mendukung dalam memberantas korupsi. Tetapi di atas segala-galanya, kebenaran harus ditegakkan. Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah,” pungkasnya dengan tegas.