KawanuaInfo.com — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jeane Laluyan kembali menyoroti kelangkaan gas LPG.

Menurut Jeane, dua minggu terakhir Komisi II DPRD Sulut melakukan pengecekan secara acak dibeberapa Kabupaten Kota tentang kelangkaan gas dan adanya harga yang diluar batas kewajaran.

Jeane mengungkapkan, saat berkoordinasi dengan pihak pertamina, terkonfirmasi bahwa tidak ada pengurangan subsidi tabung gas dan semuanya normal.

“Kami mendapati beberapa titik masalah yang dianggap merugikan masyarakat.
Dalam KepMen ESDM terakhir tahun 2025 bahwa pangkalan boleh memberikan, menjual ke pengecer warung hanya diberikan jatah paling banyak 10 persen dari subsidi yang diberikan atau jumlah tabung gas,” ungkap Jeane Jumat, (20/3/2026) melalui akun media sosialnya.

“Kenyataan di lapangan pangkalan memberikan jatah jauh lebih banyak dari yang di jual ke masyarakat langsung,” beber Jeane.

Lanjut Jeane, dirinya berkoordinasi dengan pihak pertamina, apakah KepMen (Keputusan Menteri) tersebut tersosialisasi ke pangkalan-pangkalan gas? dan Jawabnya ya.

“Apa mungkin saat di lapangan penjualnya diwakilkan orang lain sehingga tidak tau mekanisme aturan dan lain-lain atau?,” tanya Jeane dengan nada kesal.

Tak hanya itu, Jeane juga mengungkap terdapat banyak laporan masyarakat kalau pengelolah dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) memborong tabung gas saat mobil yang distribusi datang.

Ketidak jelasan aturan untuk pangkalan menjual ke pengecer, warung, dengan harga tertinggi, saat itulah masyarakat dirugikan.

“Karena jika di pangkalan stok gas sudah habis, harga satuan di warung atau toko melonjak sangat tinggi. Kami mendapati harga di warung bervariasi. Dari harga 25 ribu rupiah sampai 40 ribu rupiah bahkan, di daerah Bolaang Mongondow bisa sampai 50 ribu rupiah per tabung,” beber Jeane.

Jeane menekankan bahwa, sebaiknya kejelasan harga untuk pengecer di warung di tentukan supaya tidak terjadi permainan harga dan jumlah tertinggi 10% dari pangkalan ke warung di taati.

“Fungsi kontrol pertamina harus di tingkatkan dan partisipasi masyarakat dalam memberikan info juga diharapkan agar regulasi berjalan baik,” tutur Jeane.

(Erga Dirangga)