KawanuaInfo.com — Wakil ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Pricilia Rondo memberikan catatan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan pada rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Sulut.
Menurut Pricilia, sejak tahun 2025 saat mengadakan rapat, semua diberikan catatan-catatn kecil termasuk ada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menjadi catatan khusus dan berhubungan dengan Dinas Pertanian dan Peternakan.
“Kita melihat tentang swasembada pangan, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, kemudian yang Asta Cita keenam yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ungkap Pricilia Senin, (2/3/2026) pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD.
Pricilia menjelaskan alasan dirinya menyampaikan hal itu untuk menjadi catatan kecil bagi DPRD dan dinas terkait di mana faktanya, dirinya melihat alokasi-alokasi anggaran itu yang paling banyak dipakai sebagai belanja internal di dalam dinas itu sendiri.
“Nah ketika kami anggota DPRD itu turun ke masyarakat, Kita selalu bertemu dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bagaimana negara kita atau lebih khusus skop kita Provinsi Sulawesi Utara mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, soal hilirisasi, membangun dari desa, sedangkan kita sendiri kekurangan pupuk, kekurangan benih jagung, kekurangan benih padi, yang kesemuanya itu adalah hal mendasar menuju tiga poin Asta Cita,” sorot Pricilia.
Pricilia juga kembali menekankan bahwa, dirinya bukan dalam posisi memprotes, namun faktanya semua pihak telah diperhadapkan dengan perampingan-perampingan anggaran.
“Dengan situasi ini, kira-kira apa yang menjadi pekerjaan rumah Kita sebagai anggota DPRD yang selalu berhubungan dengan masyarakat dan apa juga yang menjadi pekerjaan rumah dari dinas-dinas terkait lebih khusus Dinas Pertanian dan Peternakan sebab, kalau tidak ada solusi untuk hal-hal strategis ini maka, poin kedua, kelima dan keenam Asta Cita ini hanya tinggal slogan dan kita tidak akan bisa mencapai ini sampai waktu yang ditentukan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,” ucap Pricilia.
(Erga Dirangga)

Tinggalkan Balasan