KawanuaInfo.com — Jumlah korban akibat perang yang berkecamuk di Timur Tengah kini dilaporkan telah mencapai ribuan jiwa.

Korban tewas akibat perang tersebut terdapat berbagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik Timur tengah.

Dilansir dari Suara.com perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu terus memicu korban besar di berbagai negara Timur Tengah.

Hingga pertengahan Maret 2026, jumlah korban tewas telah mencapai ribuan orang, dengan puluhan ribu lainnya terluka di lebih dari 10 negara.

Di Iran, sedikitnya 1.444 orang dilaporkan tewas dan 18.551 lainnya terluka akibat serangan udara yang berlangsung hampir setiap hari.

Serangan juga meluas ke Lebanon, di mana 968 orang tewas sejak 2 Maret akibat operasi militer Israel, termasuk lebih dari 100 anak-anak.

Di Irak, sebanyak 60 orang tewas, sebagian besar anggota milisi yang berafiliasi dengan Iran.

Sementara di Israel, total 17 orang tewas, terdiri dari 15 warga sipil dan dua tentara yang gugur dalam pertempuran di wilayah selatan Lebanon.

Amerika Serikat juga mengalami korban.

Sebanyak 13 personel militer dilaporkan tewas, tujuh dalam operasi melawan Iran dan enam lainnya dalam kecelakaan pesawat militer di wilayah Irak.

Korban juga tercatat di negara Teluk, termasuk delapan orang di Uni Emirat Arab dan enam orang di Kuwait akibat serangan yang dikaitkan dengan Iran.

Korban tambahan dilaporkan di Palestina, Suriah, Oman, Arab Saudi, Bahrain, serta seorang tentara Prancis yang tewas dalam serangan drone di Irak utara.

Konflik yang terus meluas membuat kawasan Timur Tengah berada dalam situasi paling tidak stabil dalam beberapa dekade terakhir.

Sementara itu, dilansir dari Aljazeera, seorang pekerja asing asal Thailand dilaporkan tewas di Israel setelah serangan terjadi di Moshav Adanim, sekitar 20 kilometer dari Tel Aviv.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut korban merupakan pekerja pertanian, sektor yang selama ini banyak bergantung pada tenaga kerja dari Asia.

(Erga Dirangga)