KawanuaInfo.com — Rapat Badan anggaran DPRD Sulut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berlangsung cukup alot dan menarik terutama terkait dengan pendapatan daerah.
Meski menurut anggota DPRD Amir Liputo bahwa, pembahasan tersebut belum dapat diekspos secara luas karena masih dalam pembahasan internal seperti diamanatkan Undang-undang, namun menariknya wilayah ‘Zakheus’ menjadi perhatian DPRD Sulut.
Wilayah Zakheus tersebut diungkapkan Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen setelah menyambung dan menjelaskan maksud dari anggota DPRD Sulut Amir Liputo terkait potensi kehilangan pendapatan daerah.
Menurut Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen, yang dimaksud dengan potensi kehilanga pendapatan tersebut yang menjadi catatan BPK adalah, ada potensi-potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa hilang jika tidak dicermati.
“Itu bagus saya kira untuk menjadi perhatian bersama. Diingatkan kepada teman-teman terutama yang masuk di wilayah Zakheus,” ucap Fransiscus Senin, (30/6/2025) pada rapat Badan anggaran DPRD.
“Zakheus itu kan penagih pajak,” jelas Fransiscus sambil tertawa kecil, mencairkan situasi rapat yang mulai menegangkan itu.
Diketahui, dalam Injil dijelaskan bahwa, Zakheus bekerja sebagai kepala pemungut cukai, seorang yang kaya dan memiliki ukuran badan yang pendek.
Rapat antara Badan anggaran DPRD Sulut dan TAPD pun terus berlangsung hingga larut malam di kantor DPRD Sulut.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan