Sulut, Kawanuainfo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Remly Kandoli rupanya kini mulai gerah dengan sikap Pemerintah Provinsi yang terkesan cuek terhadap aspirasi yang kerap ia sampaikan.
Hal itu tergambar kala dirinya ‘mengamuk’ di Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (6/1/2025).
Tak tanggung-tanggung, ‘amukan’ Remly tersebut langsung menyentil Gubernur, Wakil Gubernur hingga Ketua DPRD Sulut.
Saat membacakan laporan hasil reses ketiga masa persidangan pertama tahun 2025 pimpinan dan anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Minsel), politisi PDI Perjuangan itu menyampaikan ‘unek-uneknya’ langsung dihadapan Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay.
Keresahan Remly tersebut, merupakan buntut dari kekecewaan, kala tak satupun pokok pikiran yang ia sampaikan selama menjabat sebagai anggota DPRD, diakomodir Pemerintah.
“Selama saya jadi dewan satu tahun empat bulan, selama empat kali reses, sampai sekarang memang informasi pak wagub, belum ada yang terealisasi,” ungkap Remly.
Remly mengatakan, merangkum aspirasi yang ia terima selama 4 kali pelaksanaan reses, 70 sampai 80 persen yang menjadi keluhan masyarakat tergolong sama, yakni terkait infrastruktur jalan dan irigasi.
“Yang pertama itu jalan dari Ratahan ke Amurang yang kemarin itu tidak ada pekerjaan, dan juga ruas jalan dari Pontak Minsel sampai Lobu, dan juga yang menjadi kewenangan Provinsi ruas jalan dari Pasan sampai Tababo,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Remly, jalan penghubung Pangu, Wongkai dan Atep yang hingga kini belum ada perbaikan pasca longsor dibeberapa titik, ditambah lagi banyak ruas jalan yang saat ini rusak parah.
Aspirasi terkait pembuatan tanggul di sungai pelaus dan perbaikan irigasi lahendong hingga kebutuhan akan bendungan yang mampu mengairi seribu hektar sawah pun kata Remly, kerap ia sampaikan, namun sampai saat ini tidak ada realisasi.
Tak sampai disitu, Remly lantas mengutip sebuat pepatah kuno, yang langsung menyinggung Pemerintah lewat pendekatan spiritual.
“Saya pinjam dari Santo Benedictus, Ora et Labora, Berdoa dan Bekerja,” kata Remly.
“Kalau saya sudah bekerja, nantinya saya akan berdoa juga,” tuturnya.
Seolah ingin memberi pesan kepada Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Remly pun mengungkapkan apa yang akan menjadi isi doa yang ia maksudkan.
“Sebentar malam saya akan titipkan dalam doa saya untuk bapak Gubernur dan juga bapak Wakil Gubernur bisa diberi hikmat, kesehatan, kemampuan bahkan hatinya boleh tergerak untuk bisa merealisasikan semua aspirasi ini,” tegas dia.
Tak hanya Gubernur dan Wakil Gubernur, Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen pun kena senggol Remly Kandoli.
Remly menyebut, Ketua DPRD adalah sosok panutan baginya.
“Dan juga untuk panutan saya bapak Ketua Dewan, saya akan datang sebentar sama pak Ketua Dewan dan bisik sedikit, minta tolong titip dalam doa jo,” pungkasnya.
“Karena saya tau Ketua Dewan ini orang yang beriman, panutan saya,” lanjut Remly.
Kritik tajam legislator ‘banteng tenggara’ ini tentunya menjadi alarm dalam sistem demokrasi saat ini, dimana suara masyarakat selama 4 kali berturut-turut terabaikan.
Sejak menjabat sebagai wakil rakyat, Remly Kandoli dikenal sebagai politisi yang memiliki gaya tersendiri dalam memperjuangkan suara masyarakat.
Sebelumnya, dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulut, Remly pernah secara langsung menyerahkan proposal yang berisi rangkuman pokok pikiran kepada Kepala Dinas (Kadis) PUPR Sulut Deicy Paath, guna memastikan aspirasi konstituennya tersampaikan. (Red)

Tinggalkan Balasan