Sulut, kawanuainfo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Januari 2026 Provinsi Sulut terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,33.

Dari data resmi yang dirilis BPS Sulut, Senin (2/2/2026) menunjukan, Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yakni sebesar 0,99 persen dengan IHK di angka 109,67, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 4,05 persen dengan IHK sebesar 108,22.

Untuk komoditas dengan andil tertinggi pendorong inflasi y-on-y pada januari 2026 yakni tarif listrik, perhiasan, sejumlah kebutuhan makanan hingga biaya pendidikan Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA).

Secara umum, inflasi merupakan keadaan dimana terjadi kenaikan harga barang dan jasa dalam jumlah besar, yang terjadi secara terus menerus dalam periode tertentu.

Naiknya harga barang dan jasa secara keseluruhan membuat biaya hidup semakin meningkat, dampaknya daya beli masyarakat menurun.

Begitu pun sebaliknya, jika inflasi rendah, daya beli masyarakat meningkat, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Data inflasi tahunan ini menunjukan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dibawah pimpinan Bupati Franky Donny Wongkar (FDW) dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu, berhasil menjaga stabilitas ekonomi secara konsisten ditengah kondisi efisiensi anggaran. (Red)