Kawanuainfo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bergerak cepat dalam menangani dampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang sebagian besar wilayah bumi nyiur melambai.

​Saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (8/6/2026), Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang, membeberkan sejumlah langkah taktis serta instruksi langsung dari Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, terkait penanganan darurat hingga pemulihan pasca-bencana.

​Tahlis Gallang mengungkapkan bahwa sejak awal terjadinya bencana, Gubernur Yulius Selvanus telah memberikan instruksi tegas, baik kepada jajaran Pemprov maupun langsung kepada pemerintah kabupaten/kota, khususnya wilayah terdampak paling parah seperti Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

​”Arahan Pak Gubernur pertama adalah bagaimana tata cara mengevakuasi dan mengedukasi masyarakat, terutama terkait cara menyelamatkan diri dan hal-hal mendasar lainnya,” ujar Tahlis.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah penanganan awal tersebut berhasil dilakukan, fokus beralih pada pengumpulan data yang komprehensif.

“Pasca itu, Pak Gubernur juga mengarahkan untuk segera menyampaikan data dan informasi. Termasuk data-data terkait kerusakan fasilitas umum, rumah-rumah masyarakat, bangunan sekolah, dan sebagainya. Termasuk jika ada korban jiwa, segera dilaporkan,” tambahnya.

Respons cepat dari jajaran pemerintah daerah membuahkan hasil. Tahlis menyebutkan bahwa pihak Pemprov telah menggelar rapat bersama Gubernur pada Selasa pagi pukul 10.00 WITA setelah menerima laporan resmi dari Kepulauan Sangihe dan Talaud.

​”Tadi kami jam 10 sudah rapat kembali dengan Pak Gubernur karena laporan dari Pemerintah Kabupaten Sangihe dan Talaud sudah dimasukkan, sudah sampai. Kami sudah merapatkan dengan Gubernur dan sudah memfinalkan itu,” ungkap Sekprov.

​Laporan yang merinci total kerusakan tersebut kini sudah ditandatangani oleh Gubernur Yulius Selvanus dan langsung diteruskan ke pemerintah pusat.

“Tadi juga sudah langsung ditandatangani oleh Pak Gubernur dan sudah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri. Kita sedang menunggu arahan selanjutnya dari Kemendagri,” jelasnya.

Tahlis memastikan bahwa penanganan di lapangan telah berjalan sejak hari pertama. Warga yang sempat mengungsi ke titik-titik evakuasi aman dipastikan mendapatkan pelayanan logistik yang memadai dari pemerintah kabupaten setempat.

​”Kami sudah memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Talaud dan Sangihe sudah menangani sejak kemarin. Kemarin kan sebagian masyarakat berkumpul di titik evakuasi di pengungsian, ada pelayanan di situ seperti penyediaan makanan dan lain-lain,” terangnya.

​Berdasarkan pengecekan terbaru pada Selasa siang, seluruh warga yang mengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. Kendati demikian, pemerintah tidak tinggal diam terhadap infrastruktur dan hunian warga yang mengalami kerusakan berat.

​”Setelah kita cek, semua masyarakat sudah kembali ke rumah mereka. Ada beberapa rumah mereka yang rusak parah, itu yang mungkin kami akan intervensi. Baik dari Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Pusat akan bersinergi melakukan intervensi bagaimana memperbaiki kembali rumah-rumah masyarakat yang rusak tersebut,” tutup Tahlis. (Vil)