Manado, Kawanuainfo.com – Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun elpiji 3 kg diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pengawasan akan distribusi BBM dan Gas Elpiji 3 Kg harus diperketat, guna menghindari aksi oknum-oknum nakal yang ingin mencari keuntungan dari hak subsidi masyarakat kecil.
Hal ini menjadi perhatian serius Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut Jeane Laluyan.
Dalam akun media sosialnya, srikandi PDIP itu mengungkapkan keresahannya terkait antrian BBM Subsidi jenis solar dan elpiji 3 kg, yang belakangan kembali terjadi.
“Antrian solar dan elpiji 3 kg sudah mulai terjadi lagi,” tulis Jeane Laluyan di akun facebook miliknya, Kamis (18/12/2025).
Padahal lanjut Jeane, setelah berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait alokasi elpiji 3 kg, pihak Pertamina mengaku tak ada masalah.
“Setelah saya berkoordinasi dengan pihak pertamina, masalah gas elpiji 3 kg justru dalam 3 hari ini alokasi ke tiap-tiap pangkalag terpenuhi,” ungkapnya.
Ia curiga, pangkal masalahnya ada pada oknum pangkalan nakal yang memanfaatkan aturan Kementerian ESDM tentang jumlah kuota elpiji 3 kg yang dapat dijual pangkalan ke pihak pengecer.
Hal itu kata Jeane, menjadi faktor utama subsidi elpiji tak tepat, sehingga masyarakat dipaksa membeli ke warung-warung dengan harga yang tinggi.
“Masalahnya ada pada kuota yang dilegalkan Kementrian ESDM untuk memberikan kepada pengecer/warung yang harusnya hanya 10% dari jumlah kuota pangkalan, mungkin ada beberapa pangkalan memberikan kuota lebih ke pengecer/warung sehingga masyarakat sulit mendapatkan gas, dan jika membeli di warung, harganya sudah seenak mereka,” paparnya.
Terkait BBM Subsidi jenis Solar, Jeane menghimbau agar pengawasan dilapangan harus diperketat. Pasalnya, dirinya pernah mendapati kasus sopir bayangan yang menggilir tiga mobil sekaligus dalam satu antrian.
“Kuota solar bersubsidi masih tersedia, tapi jika masih banyak antrian perlu di cek kembali, apakah mobil-mobil antrian itu ada drivernya atau 3 mobil yang antri tapi 1 driver yang bolak balik, ini pernah terjadi,” ungkapnya lagi.
Ia pun mengajak agar seluruh masyarakat turut serta secara aktif mengawasi, guna memastikan subsidi solar maupun elpiji betul-betul tepat sasaran, dan terhindar dari praktik oknum-oknum nakal yang ingin mencuri hak rakyat kecil.
“Ayo kita sama-sama saling kontrol dan memberikan info jika hak masyarakat miskin terabaikan karena ulah dari oknum-oknum yg tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan